Review Eee PC™ 1215P, Great Netbook with Low Expenses

What’s New????

Dunia sedang mengalami demam teknologi  yang luar biasa. Banyak orang memiliki hobi baru, yaitu mengumpulkan gadget – gadget terkini dengan keunggulannya masing-masing. Namun, apakah gadget – gadget itu cukup untuk menyaingi netbook satu ini???

 Gambar Gambar

Mau lihat seberapa worth it kah gadget satu ini??? Kita bisa melihatnya di link:

http://id.asus.com/Eee/Eee_PC/Eee_PC_1215P/#overview

Berdasarkan pengamatan pribadi, keunggulan yang ditawarkan oleh netbook ini sendiri memang dapat meng-cover hampir semua kebutuhan masyarakat akan ketersediaan informasi dan komunikasi via internet. Pada netbook Eee PC 1215P ini terdapat processor dual core Intel® Atom™ N550, yang terbukti sangat baik dalam hal mobilitas kinerja netbook yang tentunya jauh lebih baik daripada kinerja netbook konvensional.

Eee PC™ 1215P dilengkapi dengan baterai 6 sel besar untuk daya tahan baterai hingga 8 jam, dan dengan kapasitas hard drive internal 320GB serta gratis 500GB ASUS WebStorage, kapasitas penyimpanan yang tersedia lebih dari cukup untuk berjam-jam koleksi multimedia.

Webcam 0,3 megapixel terintegrasi pada 1215P memungkinkan pengguna melakukan konferensi-video dengan mitra anda yang jauh, sementara teknologi nirkabel 802.11b/g/n memastikan pengguna tetap terhubung, bahkan saat anda sedang di luar sekalipun.

 Gambar

Eee PC™ Seashell 1215P membanggakan desain ramping dan aerodinamis dengan kontur yang tegas. Pendekatan ASUS ke inovasi bahan baku berarti 1215P Anda akan tersedia dalam tampilan matte lembut atau lapisan berkilap high gloss.

Dengan layar WXGA 12,1”, resolusi 1366 x 768 dan perbandingan aspek 16:9 yang ideal bagi video HD, sementara LED-backlight memberikan perbandingan kontras lebih baik namun dengan konsumsi daya lebih rendah dibanding desain sebelumnya. Dengan demikian memungkinkan tampilan lebih nyaman dan tahan lama dan resolusinya yang lebih besar dibandingkan netbook standar sehingga memberikan kesan lebih nyata untuk berbagai aktivitas.

Eee PC™ 1215P telah mendapatkan begitu banyak penghargaan atas efektifitas produknya sebagai recommended gadget. Pada bulan April 2011, ASUS Eee PC 1215P menjadi pilihan yang wajib dilirik sebagai produk yang ringan baik dari segi penggunaan maupun harga (InfoKomputer Produk Gold, Indonesia).

Gambar

Selain itu, Eee PC™ 1215P juga mendapat sambutan baik akan desainnya yang unik dan menawan. Terinspirasi dari kulit kerang dan palm rest yang mengkilap dan dapat memutar video HD dengan sangat mulus (Best Test Grade Techlife, Indonesia).

Gambar

Tak hanya pengahrgaan dari negara Indonesia, Eee PC™ 1215P juga terpilih sebagai pilihan yang baik dengan performa tinggi, baterai tahan lama, dan produk yanng memiliki ultra mobility (Editor’s Choice, Turkey).

Gambar

Sungguh luar biasa Eee PC™ 1215P! Dan menurut penulis pribadi, inilah gadget yang dapat melengkapi mobilitas hidup masyarakat modern saat ini. Dimanapun, kapanpun, dan dalan kondisi apapun.

Gambar

Categories: Uncategorized | 36 Komentar

Selamat Tahun Baru INDONESIA !

Perayaan Tahun Baru 2012 yang dimeriahkan oleh atraksi kembang api di Monas :D

Selamat Tahun Baru 2012 !

Categories: Uncategorized | 1 Komentar

Komponen – Komponen Bela Negara

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.” dan ” Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.” Ini sudah sangat jelas bahwa keamanan dan kesehjateraan NKRI itu berdiri berdasarkan campur tangan rakyat, rakyat lah yang menentukan sebuah Negara itu dapat berjalan dengan semestinya atau tidak. Apabila rakyat sudah tidak menanamkan rasa cinta tanah air dan mengamalkan ideologi pancasila dalam kehidupan sehari – hari, maka perpecahan dan keteganganlah yang akan terjadi di Negara Indonesia, apabila itu terjadi maka semakin banyak saja daerah di Indonesia yang ingin memisahkan diri dari NKRI, itu semua berawal dari rakyat Indonesia yang sudah tidak peduli lagi terhadap kehidupan bangsa dan bernegara, serta rasa cinta tanah air dan bela Negara sudah tidak ada. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Bocah Merokok

Betapa parahnya krisis nilai dan norma bangsa Indonesia sampai dirasakan/dilakukan anak dibawah umur.

by: Hesty Dwi Utami

http://handokotantra.net/bocah-perokok-kedua-asal-sumatera-selatan.html

Categories: Zona Foto | 2 Komentar

Sportivitas dan Kemenangan

Atlet-atlet negeri yang mengharumkan nama bangsa dalam acara Sea Games 2011.

Photo by: Nisrina Ulfah

Categories: Zona Foto | 4 Komentar

Pramuka Indonesia

Partisipasi pelajar Indonesia  dalam event internasional, memperbaiki dan membangun citra negeri

Taken on World Scout Jamboree, United Kingdom, August 6th, 2007

Photo by: Hesty Dwi Utami

Categories: Zona Foto | Tinggalkan komentar

Peran Jejaring Sosial Dalam Transformasi Masyarakat Menjadi Individu Beridentitas Nasional

Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat kini, informasi menjadi suatu “barang dagang” maya yang juga menjadi alasan mengenai bagaimana teknologi makin dikembangkan hingga ke tingkat yang “irrasional”. Dari keterangan tersebut manusia bisa melihat bagaimana informasi adalah hal yang vital di kehidupan kini. Bahkan, secara disadari atau tidak, informasi menjadi makanan tiga kali sehari (atau bahkan lebih) menyaingi kebutuhan premier individu di mayoritas kalangan masyarakat mulai dari para pebisnis, karyawan, akademisi, pelajar, hingga anak-anak dibawah usia 10 tahun di banyak negara.

Informasi kini memiliki banyak bentuk, bisa berupa gambar, suara, video, dan teks, serta gabungan semuanya berupa multimedia. Media yang saat ini sedang menjamur dalam perannya menyalurkan informasi adalah jejaring sosial (social network). Ada beberapa contoh jejaring sosial yang dikembangkan dalam tujuh tahun belakangan ini, seperti: Yahoo Mailing List (milis), Facebook, Twitter, LinkedIn, Tagged, Plurk, Hi5 dan lain sebagainya. Untuk mekanismenya sendiri, setiap individu yang ingin bergabung harus memiliki akun masing-masing, lalu melengkapi data-data profil diri sendiri, menambah teman-teman yang juga memiliki akun di jejaring sosial yang sama, dan setelah itu, individu bisa melakukan banyak kegiatan seperti berbincang via chat, bertukar gambar, video, dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan dengan bebas hampir tanpa batasan dan yang paling penting, jejaring sosial bersifat gratis sehingga setiap kalangan masyarakat dapat memanfaatkan sarana tersebut. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Penyandang Cacat dan Hak Asasi Manusia(nya)?

“Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan keadilan”

(Pasal 28 H ayat 2)

            Hak asasi manusia seperti yang terlampir pada UU No. 39 tahun 1999 adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatannya, serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Indonesia dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber hukum tertinggi pun telah dengan sangat jelas menjelaskan perihal hak asasi manusia dalam pembukaan serta batang tubuh yang terdiri dari 37 pasal. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Polisi Lalu Lintas

Siapa yang salah? Polisi yang barbar atau pengemudi yang tidak taat?

by: M. Bagus Oka G.W.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1255307388670&set=t.100000068132824&type=3&theater

Categories: Zona Foto | 2 Komentar

Atlet Pengharum Nama Bangsa


"berlian Marsheilla"

Pada gambar diatas, terdapat foto dari Berlian Masrsheilla. Salah satu pemudi bangsa yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia olahraga terutama pada cabang bola voli, Berlian Marsheilla membawa nama Indonesia ke dunia pervolian mancanegara,

by: Derby Aditya

http://www.facebook.com/pages/berlian-marsheilla/

Categories: Zona Foto | Tinggalkan komentar

Pengayom Masyarakat atau Bandit Berseragam?

Apa yang terlintas di pikiran masyarakat saat mendengar kata “Polisi”? Cemas? Waspada? Atau malah benci? Ya, itulah yang sebagian besar masyarakat pikirkan saat mendengar kata Polisi. Apalagi jika bertemu Polisi di jalan, bisa dilihat bahwa masyarakat kebanyakan mendadak tegang seakan takut akan ditilang walaupun dia mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Seakan tidak cukup, Polisi pun juga mendapat julukan Bandit Berseragam oleh beberapa orang. Sebenarnya apa penyebab Polisi kehilangan wibawa dan kepercayaan masyarakat?

Oknum. Banyak oknum dari kepolisian yang berbuat semena-mena sehingga masyarakat pun menjadi enggan dengan Polisi, bahkan menjadi benci. Bagaimana tidak? Polisi yang SEHARUSNYA menjadi pengayom masyarakat malah menjadi pemeras masyarakat. Mari kita ambil contoh, seandainya ada seseorang yang kena maling di rumahnya dan barang-barangnya hilang, otomatis dia akan lapor Polisi agar dibantu menangkap malingnya dan mendapatkan lagi barang-barangnya? Tapi apa yang dia dapatkan? Mahalnya biaya administrasi, lambatnya proses pengurusan kasus, dan di saat maling sudah tertangkap, barang-barang yang dicuri dijadikan barang bukti dan jika ingin mengambil harus menebus dengan biaya yang mahal. Ibaratnya orang yang kena maling sudah jatuh tertimpa tangga pula karena harus berurusan dengan Polisi yang menghabiskan biaya mahal. Dan parahnya, menurut sumber yang tidak bisa saya sebutkan, barang bukti yang tidak di ambil akibat kemahalan itu kelak akan dibagi-bagi di antara Polisi tersebut. Bagaimana masyarakat bisa percaya dengan moto “Pengayom Masyarakat” jika faktanya saja seperti itu. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Pancasila dan Potret Kehidupan Bangsa

Pagi yang indah itu di temani hembusan angin mengantar sebuah benda yang sangat di hormati dan di junjung tinggi di negara ini ke puncak tiang tertinggi, diiringi instrumen dari para paduan suara yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, semua mata tertuju pada sang saka dengan tangan hormat dan berdiri tegak.

Acara upacara penaikan bendera Merah Putih sangatlah hikmat. Setelah pengibaran bendera merah putih, tibalah saatnya Pembina upacara mengucapkan 5 sila Pancasila yang diikuti oleh peserta upacara, apakah pancasila hanya sekedar ucapan belaka tanpa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ?

Apa yang terjadi di Negara ini ? Apakah mengucapkan pancasila hanya dilakukan pada hari senin pada saat pengibaran bendera merah putih ? Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | 1 Komentar

Lestarikan Mahakarya Indonesia

Pertisipasi dan kreativitas pelajar untuk melestarikan budaya bangsa, inilah yang perlu dilestarikan !!


Photo by: Muhammad Bagus Oka G.W.

Taken at Surabaya, 2009.

Categories: Zona Foto | Tinggalkan komentar

Unjuk Rasa atau Melawan Aparat?

Lemahnya pemahaman masyarakat akan arti ‘unjuk rasa’. Unjuk rasa gak harus pake otot kan yaa??

Photo by: Derby Aditya

Source: http://pelayanmasyarakat.blogspot.com/2011/06/selamat-hari-bhayangkara-ke-65.html

Categories: Zona Foto | Tinggalkan komentar

Best Carnival Costum at WSJ 2007

(dari kanan ke kiri: Baju Adat Batak, Baju Adat Bugis, Yukata Kimono Jepang, Baju Pramuka Indonesia) Perwakilan Pramuka Indonesia menggunakan baju adat daerah berfoto bersama Perwakilan Japan’s Scout usai mengikuti karnaval di World Scout Jamboree 2007, United Kingdom. Best Carnaval Costume!!

Taken on World Scout Jamboree, United Kingdom, August 6th, 2007

Photo by: Hesty Dwi Utami

Categories: Zona Foto | Tinggalkan komentar

Intelektual dan Nasionalisme

“walaupun banyak negeri kujalani, yang mahsyur permai dikata orang, tetapi kampung dan rumahku, disanalahku rasa senang. Tanahku yang kucintai engkau kuhargai”

(Tanah Airku – Ibu Soed)

 

            Lagu yang diciptakan Ibu Soed beberapa dekade silam tampaknya kini harus benar-benar dikaji ulang bagi para anak bangsa yang melanjutkan studi di luar negeri. Apakah benar tanah air yang dibahasakan Ibu Soed sebagai kampung dan rumahku ini masih terasa lebih membahagiakan dibandingkan dengan negeri Paman Sam atau negeri sakura? Ataukah rasa rindu tanah air hanya sekedar menjadi pemanis cerita perjalanan hidup semata?

            Melanjutkan studi di luar negeri mungkin adalah impian, terlebih lagi jika mendapat beasiswa, hal itu seperti dream comes true bagi para pelajar yang haus akan ilmu dan pengetahuan. Tawaran beasiswa seperti itu pun tidak sedikit jumlahnya, banyak negara luar seperti Jerman, Perancis dan Australia yang menawarkan banyak beasiswa bagi pelajar berprestasi di negara-negara berkembang. Pemerintah Indonesia pun sudah dan banyak mengadakan kerjasama dengan pemerintah negara lain dalam pengembangan pelajar di negaranya masing-masing. Seperti pada beberapa tahun terakhir, hubungan kerjasama di bidang pendidikan antara Australia dan Indonesia yang mendapat dukungan baik dari pejabat pemerintahan ditandai dengan diadakannya penandatanganan MoU pada November 2008 di gedung Parliament, Canberra, pada saat acara pertemuan Australia-Indonesia Ministerial Forum (AIMF) ke-9 oleh Menteri Pendidikan Australia, Ms. Jullia Gillard dan Indonesia, Bapak Bambang Sudibyo yang bertujuan untuk memfasilitasi dan memperkuat hubungan kerjasama pendidikan antar kedua negara[1]. Hal ini merupakan berita baik bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, karena iklim bagus sudah menghampiri dunia pendidikan Indonesia. Namun yang ditakutkan adalah ketika realita yang ada tidak sesuai dengan apa yang telah diekspetasikan sebelumnya. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Beginikah Generasi Pemuda Penerus Bangsa?

Ya, hanya dengan membaca judul di atas kita tahu ke mana arah dari tulisan ini, yaitu tak lain dan tak bukan adalah kebobrokan pemuda-pemudi jaman sekarang. Tidak hanya dalam segi moral, namun juga sudah merambah ke dalam segi gaya hidup dan jalan pikiran. Tidak hanya dalam segi penampilan, namun juga sudah merambah ke segi bahasa dan tingkah laku sehari- hari.

Pemuda sekarang bobrok dalam segi moral. Mari kita lihat sejenak tingkah laku pemuda-pemudi jaman sekarang, terlebih yang hidup di kota besar. Mereka sudah lupa apa itu sopan santun, apa itu adab, dan terlebih apa itu hormat pada orang yang lebih tua. Sebagai contoh, pada jaman sekarang Anda akan jarang sekali menemukan pemuda yang mengucapkan “Permisi” saat melintas di depan orang lain, bahkan mungkin jika Anda tidak beruntung Anda tidak pernah bertemu dengan pemuda yang mengucapkan kata permisi saat melintas di depan Anda. Terkadang malah, jika Anda sedang duduk di tanah atau dalam bahasa Jawa disebut lesehan, dan ada seorang pemuda melintas di depan Anda dengan jarak yang sangat dekat, bukan tidak mungkin pemuda tersebut pura-pura tidak melihat Anda dan berjalan sambil lalu. Pemandangan seperti ini sudah merupakan hal yang wajar di kota-kota besar, walaupun di kota kecil dan daerah-daerah kebanyakan pemudanya masih menjunjung tinggi tata krama dan sopan santun. Dan lucunya lagi, saat ada pemuda dari daerah merantau ke kota besar, dan masih mempunyai tata krama, saat dia melewati segerombolan bapak-bapak dan mengucapkan permisi, bapak-bapak tersebut malah terlihat pongah dan terkejut. Mungkin bapak-bapak tersebut kaget karena seumur-umur belum ada yang berperilaku seperti itu di kawasan dia tinggal. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Penegak Ketertiban = Pelanggar Ketertiban Juga?

Dilarang STOP tapi malah STOP, beginikah cara penegak ketertiban menegakkan ketertiban?

Photo by : Derby Aditya

Taken at HR. Rasuna Said Street

Categories: Zona Foto | Tinggalkan komentar

Masyarakat Sadar Pajak untuk Kemajuan Indonesia

Indonesia sebagai negara berkembang tentunya memiliki suatu sistem ekonomi yang menyokong pembangunan negara yang secara umumnya akan disalurkan ke beberapa sektor, seperti: Pendidikan, Pembangunan Usaha Negara, Budaya, Pengembangan Daerah, dan lain sebagainya. Untuk itu, ada beberapa upaya pemerintah guna mendapatkan modal dan pembiayaan yang terbilang sangat besar tersebut. Adapun dua pemasukan kas negara berasal dari pajak dan nonpajak. Pemasukan kas negara yang berasal dari non pajak bisa dari hasil keuntungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti contohnya PT TIMAH Tbk. Namun, pendapatan nonpajak ditaksir belum bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan negara, terlebih pengeluaran pembangunan untuk keperluan sipil. Maka dari itu, pendapatan yang diharapkan dapat memenuhi kekurangan tersebut adalah pemasukan kas negara dari pajak. Dari data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004, terbilang bahwa sebesar 77,8% APBN masih disumbang dari sektor pajak bahkan tidak terjadi perubahan hingga setahun berikutnya dimana APBN 2005 masih mengandalkan penerimaan dari pajak. Dari fakta tersebut, pemerintah mengadakan upaya sistematis untuk meningkatkan penerimaan dari sektor pajak melalui Ekstensifikasi Pajak dan Intesifikasi Pajak[1].

Ekstensifikasi Pajak yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kepada Wajib Pajak Orang Pribadi yang berstatus sebagai pengurus, komisaris, pemegang saham/pemilik dan pegawai, maupun Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan/atau memiliki tempat usaha di pusat perdagangan dan/atau pertokoan[2]. Adapun Intensifikasi Pajak adalah upaya pemerintah untuk mengintensifkan pembayaran pajak bagi pihak-pihak yang menjadi wajib pajak[3]. Dalam kwartal pertama tahun 2008 terlihat bahwa upaya intensifikasi pajak ini mulai terasa efektifitasnya namun sayangnya, efektifitas ini hanya tampak dari pihak wajib pajak yang berasal dari Badan Usaha dan 200 pembayar pajak terbesar, maka dari itu dapat diasumsikan bahwa peningkatan pembayar pajak dari OP (Orang Pribadi) masih belum terlihat. Hal ini dibuktikan dari pengakuan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo “Masih sangat rendah, OP (orang pribadi) pembayar pajak yang menyerahkan SPT nya hanya 8,5 juta dari total jumlah 110 juta pekerja,” ujar Agus dalam kata saambutan grand launching Sensus Pajak Nasional di Mangga Dua Square, Jakarta, Jumat (30/9/2011) [4]. Dari pengakuan tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa baru sekitar 7,73% masyarakat Indonesia yang memiliki sadar pajak. Sebagai tingkat kepatuhan warga sipil membayar pajak tersebut, dapat dikatakan jumlah itu masih sangat rendah dibandingkan warga Jepang yang mencapai 50% dari penduduknya yang membayar pajak. Baca lebih lanjut

Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Sembah di Esplanade

Mahasiswa Indonesia menampilkan tarian asal Lampung, Tari Sembah pada malam terakhir acara “Ethno Sound Asia” di salah satu pusat seni tersibuk dunia, Esplanade-Theatres On The Bay, Singapura.
Photo by : Nisrina Ulfah
Categories: Zona Foto | 3 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.