Komponen – Komponen Bela Negara


Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.” dan ” Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.” Ini sudah sangat jelas bahwa keamanan dan kesehjateraan NKRI itu berdiri berdasarkan campur tangan rakyat, rakyat lah yang menentukan sebuah Negara itu dapat berjalan dengan semestinya atau tidak. Apabila rakyat sudah tidak menanamkan rasa cinta tanah air dan mengamalkan ideologi pancasila dalam kehidupan sehari – hari, maka perpecahan dan keteganganlah yang akan terjadi di Negara Indonesia, apabila itu terjadi maka semakin banyak saja daerah di Indonesia yang ingin memisahkan diri dari NKRI, itu semua berawal dari rakyat Indonesia yang sudah tidak peduli lagi terhadap kehidupan bangsa dan bernegara, serta rasa cinta tanah air dan bela Negara sudah tidak ada.

Dengan berjalannya waktu yang mengantarkan bangsa Indonesia ke era yang globalisasi, tampak jelas bahwa ideologi untuk membela Negara di hati para pemuda sudah luntur, kurangnya perhatian dari pemerintah juga menambah parah lunturnya ideologi bangsa, banyaknya pengangguran menambah tingkat kriminalitas semakin tinggi, dan semakin maraknya pergaulan bebas yang terbentuk karena kurangnya penanaman nilai pancasila pada remaja, banyaknya pencurian dan perampokan menambah nilai negative pada potret kehidupan masyarakat Negara Indonesia. Tidak hanya itu, krisis moral bangsa Indonesia terlihat jelas pada siklus putaran rupiah yang seharusnya tidak terjadi pada kalangan yang memegang kekuasaan tertinggi di Negara ini yaitu pemerintahnya sendiri, bagaimana untuk membela Negara bisa ditegakkan kalau ‘mereka’ tidak bisa menegakkan keadilan pada diri sendiri dan memberikan contoh kepada rakyat Indonesia? Sudah bukan menjadi rahasia umum di Indonesia bahakan di mata mancanegara bahwa tingkat korupsi di Negara ini sangatlah tinggi. Kesadaran yang minim bagi peninggi di negeri ini, keegoisan untuk memperkaya diri sendiri, dan tidak mementingkan kepentingan rakyat kecil lagi. Korupsi mengurangi kemampuan negara untuk membiayai pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, dan membangun fasilitas-fasilitas publik. Dan sebenarnya bangsa Indonesia bisa. Bisa mengurangi pergaulan bebas pada kehidupan remaja, mengurangi tingkat kriminalitas, serta menghilangkan kebiasaan yang turun menurun yaitu korupsi, dengan menanamkan rasa bela Negara dan mengamalkan nilai – nilai dari pancasila.

Arti dari bela negara itu sendiri adalah setiap Warga Negara Indonesia (WNI)
yang memiliki keberanian,  sikap dan  perilaku yang ditanamkan rasa cinta NKRI
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorban demi
kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Cinta Tanah air sendiri yaitu mengenal, memahami dan mencintai wilayah Negara Indonesia, menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia,
melestarikan dan mencintai lingkungan hidup, memberikan kontribusi
pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara
serta bangga sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap
membela tanah air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan
yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari manapun
dan siapapun. menanamkan nilai – nilai budaya yang terkandung dalam budaya Negara Indonesia, seperti kembali mempopularkan batik, kembali mendengarkan lantunan lagu – lagu daerah, dengan itu kita akan lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang diturunkan oleh nenek moyang terdahulu. Keberanian untuk membela Negara Indonesia tidak harus melakukan peperangan di medan tempur. Ini cukup dilakukan dari hal yang kecil, menghargai diri sendiri dan menghormati kehidupan berbangsa, yaitu bangsa Indonesia.

Nilai yang kedua adalah Sadar akan berbangsa dan bernegara, menjaga kerukunan dari lingkup terkecil dahulu yaitu keluarga, masyarakat sekitar, dan menjalin kerukunan antar sesama warga Negara. Dengan demikian, masyarakat yang peduli antara satu dan lainnya akan terbentuk persatuan, yang merupakan inti dari sila ketiga dalam Pancasila. Melalui rasa persatuan tersebut, tentunya masyarakat akan melakukan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Sehingga pada akhirnya apa yang diputuskan melalui musyawarah tersebut akan mengakibatkan terciptanya keadilan sosial untuk masyarakat Indonesia.

Nilai ketiga adalah yakin kepada Pancasila sebagai ideologi Negara, memegan teguh dan mengamalkan kelima sila dalam pancasila ke dalam kehidupan sehari – hari dan yakin dengan sepenuh hati bahwa pancasila adalah kebenaran yang mempersatukan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai ideologi bangsa. Dan mengamalkan nilai – nilai dari ideology pancasila tersebut ke dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Nilai keempat adalah berkorban untuk bangsa dan Negara, belajar untuk mendapatkan ilmu setinggi mungkin dan mengamalkan ilmu tersebut kepada kemajuan bangsa dan Negara, bersedia mengorbankan waktu serta mengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan
negara dari berbagai ancaman. Berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat. Dan menyebarkan tentang kecintaan bela Negara kepada orang – orang pedalaman yang kurang mengerti akan cinta tanah air.

Beberapa contoh bela negara dalam kehidupan nyata, yakni rutin mengikuti siskamling,
menjaga kebersihan di rumah dan lingkungan sekitar, mencegah bahaya narkoba, mencegah perkelahian
antar perorangan sampai dengan antar kelompok, cinta produksi dalam negeri agar dapat meningkatkan hasil
eksport, membela budaya Indonesia agar tidak sampai dicuri oleh Negara lain, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa
yang berprestasi baik nasional maupun internasional.

Sudah semestinya bela Negara diikuti oleh semua komponen masyarakat Indonesia, baik itu di bagian pemerintahan dan komponen masyarakatnya sendiri. Apabila semua komponen telah bekerja sama, maka Negara Indonesia akan terjadi kehidupan berbangsa dan bertanah air yang mengutamkan kehidupan damai serta saling menghargai satu dengan lainnya. Tidak terjadi perkelahian antar sesama Bangsa Indonesia yang memicu perpecahan kelompok, serta menimbulkan keinginan setiap daerah untuk memecahkan diri dari NKRI.

Ditulis oleh Derby Aditya.

Referensi :

Bapak Aditya Batara

Modul Bahan Ajar  “ CITIZENSHIP “ Sedarnawati Yasni

belanegarari.wordpress.com/

http://organisasi.org/kewajiban-bela-negara-bagi-semua-warga-negara-indonesia-pertahanan-dan-pembelaan-negara

About these ads
Categories: Refleksi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Monggo komentarnya mas, mbakyu :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: